🏡 KANTOR REDAKSI BLAKASUTA NEWS: DESA KALIBEJI RT.04 RW.01 KEC.SEMPOR — KAB.KEBUMEN, 💯 APA ADANYA, UNTUK INDONESIA 🇮🇩

Kloter Pertama Jamaah Haji Kebumen Pulang, Satu Jamaah Wafat Usai Tiba di Donohudan


BLAKASUTANEWS, Kebumen - Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti halaman Pendopo Kabumian, Kabupaten Kebumen, Kamis sore 10 Juli 2025. Sebanyak 231 jamaah haji asal Kebumen dari Kloter 91 akhirnya tiba di kampung halaman setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.


Kepulangan mereka disambut langsung oleh Wakil Bupati Kebumen Zaini Miftah, didampingi Asisten II Sekda Kebumen Sri Kuntarti, Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kebumen Salim Wazdi, serta Kasubag Tata Usaha Kemenag Kebumen Ma’ruf Widodo.


Kloter 91 menjadi rombongan pertama dari total lima kloter jamaah haji Kebumen yang pulang tahun ini. Namun, sukacita kepulangan tersebut turut diwarnai kabar duka.


Kasubag TU Kemenag Kebumen, Ma’ruf Widodo, menyampaikan bahwa dari total 232 jamaah Kloter 91, satu orang, yakni Sumiyatun (86), warga Kecamatan Petanahan, harus dirujuk ke rumah sakit setibanya di Asrama Haji Donohudan akibat mengalami sesak napas. Sumiyatun kemudian meninggal dunia di rumah sakit.


“Dari total 232 jamaah, satu orang dirujuk ke rumah sakit di Donohudan karena sesak napas dan wafat di sana,” jelas Ma’ruf.


Dengan demikian, total jamaah haji asal Kebumen yang wafat tahun ini mencapai tujuh orang: enam meninggal di Arab Saudi dan satu di Indonesia.


Ma’ruf juga merinci, Kloter 92 dan 93 masing-masing membawa 351 jamaah, Kloter 94 sebanyak 353 jamaah, dan Kloter 95 berjumlah 106 jamaah. Seluruhnya dijadwalkan tiba di Kebumen pada Jumat (11/7). Kloter 92 dijadwalkan tiba pukul 05.00 WIB, disusul Kloter 93 pukul 07.30 WIB. Kloter 94 dan 95 akan tiba bersamaan pukul 11.30 WIB.


“Secara keseluruhan, prosesi ibadah haji berjalan lancar, meski sempat ada sedikit keterlambatan dari Mekah ke Madinah. Namun, itu tidak menjadi kendala besar,” tambahnya.



Kedatangan para jamaah disambut penuh kegembiraan oleh keluarga yang sudah menanti sejak siang hari.


Siti Rohayati, jamaah asal Desa Giwangretno, Kecamatan Sruweng, mengaku sangat terharu bisa menunaikan ibadah haji setelah menanti selama 13 tahun.


“Alhamdulillah, ibadah kami lancar. Cuacanya memang lebih panas daripada di sini, tapi makanannya enak, hampir setiap hari ada daging. Momen paling berkesan saat melihat Kakbah langsung, rasanya sangat menyentuh dan membuat saya menangis,” tuturnya penuh haru.


Siti menunaikan ibadah haji bersama suami dan dua anaknya. Ia berharap bisa kembali lagi suatu saat nanti untuk beribadah di depan Kakbah.


“Rasanya masih tak percaya bisa sedekat itu dengan rumah Allah. Semoga Allah memberikan kesempatan lagi,” tambahnya sambil menahan tangis.


Sementara itu, Ahmad Malik, jamaah asal Desa Karangduwur, Kecamatan Petanahan, turut mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalankan dengan baik. Namun, ia juga menyampaikan beberapa masukan agar pelayanan ke depan lebih optimal.


“Beberapa jamaah sempat terpisah hotel dengan keluarga. Bahkan koper saya sempat tertukar dan baru kembali lima hari kemudian. Ini cukup merepotkan. Semoga koordinasi dan pelayanan bisa lebih ditingkatkan,” ujarnya.


Malik juga menuturkan momen yang paling berkesan baginya adalah saat melempar jumrah dan perjalanan melelahkan dari Muzdalifah ke Mina hingga ke Mekah untuk melakukan thawaf ifadah.


“Perjalanan itu benar-benar menguras tenaga, tapi sangat bermakna,” katanya.


Pemerintah Kabupaten Kebumen menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga almarhumah Sumiyatun, sekaligus mengapresiasi seluruh tim yang mendampingi jamaah selama proses ibadah haji.


Harapannya, para jamaah yang pulang dapat menjadi haji mabrur dan membawa semangat spiritualitas baru bagi masyarakat sekitarnya.



Publisher - By Admin
Reporter - Blakasuta News

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak